Jumat, 31 Maret 2017
Jangan Dekati Dia !
"Hihihi...!!!" Perempuan itu tiba - tiba tertawa dengan keras . "Kau siapa sih sebenarnya?" Tanya Radit dengan kesal . "Nanti kau juga akan tau . Hihihi....." Kata perempuan itu sambil meninggalkan Radit . "Serem banget sih tuh cewe . " Gumam Radit sambil berjalan pulang ke rumahnya . "Cowok itu siapa ya?" Gumam Radit sambil merebahkan tubuh ke kasur miliknya .
Keesokan harinya Radit pergi ke sekolahnya . Radit berlari sekencang mungkin, jam menunjukkan pukul 11.00 "Aduh... udah kesiangan banget...Nanti ada ulangan IPA lagi !" Teriak Radit sambil memanjat pagar sekolah . Radit langsung menaiki tangga dengan terburu - buru . Nafasnya terengah - engah . "Pelajaran terakhir! Jangan bel dulu !" Teriak Radit sambil membuka pintu kelas .
"Maaf Pak saya terlambat! Tadi saya..." Kata Radit . "Keluar! Kamu tidak boleh ikut ulangan IPA!" Teriak guru itu . "Baik Pak..." Jawab Radit dengan lesu . Radit menuggu di depan kelas hingga bel pulang berbunyi . "Kamu ulangan di perpus saja . Jangan pulang dulu ! " Kata guru itu . "Saya boleh ulangan pak? Makasih pak !" Teriak Radit kegirangan . "Yayaya..." Jawab guru itu .
Radit pun pergi menuju perpus , di sana dia bertemu dengan Alice . "Alice kamu belum pulang?" Sapa Radit. "Iya , aku mau ulangan susulan . Tadi pas jam pelajarannya aku izin tidur di UKS . " Jawab Alice. "Oh sama dong ! Aku juga mau ulangan susulan !" Kata Radit dengan gembira . Radit dan Alice pun duduk bersebelahan di atas bangku panjang . "Hmmm...Alice . " Kata Radit dengan gugup . "Ya?" Jawab Alice sambil tersenyum . Wajah Radit memerah karena melihat senyum Alice yang sangat manis .
"Maaf nih kepo...Cowok yang kemarin itu siapa ya?" Tanya Radit dengan rasa penasaran . "Oh ! Dia cowok yang paling aku sayang . " Jawab Alice dengan santai . "Oh , gitu ya... " Guman Radit dengan pelan. "Maaf Radit , sebaiknya kamu jangan datang ke rumahku lagi . Dia gak suka ada orang lain dekat sama aku." Kata Alice . "Hah?" Gumam Radit dengan kesal .
"Ayo, kalian kerjakan ini ! " Kata guru itu sambil memasuki perpus dan membagikan selembaran kertas berisi soal . Satu jam pun sudah berlalu . "Oke! Waktunya habis !" Kata guru itu sambil mengambil lembar jawaban Radit dan Alice . "Kalian sebaiknya langsung pulang . Nanti orang tua kalian nyariin lagi !" Kata guru itu . "Iya pak..." Gumam Radit .
Radit dan Alice pun turun menuruni tangga sambil berbincang . "Alice abis ini ada kegiatan gak?" Tanya Radit . "Hmmm...Gak ada sih , tapi..." Jawab Alice dengan ragu . tiba - tiba suasana sekolah berubah menjadi hening . Di bawah tangga ada seorang laki-laki sedang berdiri . "Woi! Udah dibilang jangan deketin dia lagi!" Teriak laki - laki itu sambil menarik kerah baju Radit . "Raven ! Berhenti !" Teriak Alice .
"Alice tunggu di sini , dan kau ! Ayo ke tempat lain ! " Kata Raven sambil menarik Radit ke tempat yang sepi . "Kenapa sih seneng banget deketin Alice ?" Kata Raven . "Bukan urusan loh kan?" Jawab Radit dengan santai . "Gue adeknya Alice . Loh dikasih boneka sama Alice?" Tanya Raven dengan wajah serius . "Emang kenapa?" Jawab Radit .
Sabtu, 11 Maret 2017
Siapa Laki - Laki Itu?
"Boneka?" Tanya Radit dengan bingung . "Ini untuk adik perempuanmu yang manis ." Jawab Alice sambil tersenyum . "Kenapa kamu tau?" Tanya Radit dengan bingung . "Aku pernah bertemu dia , gimana kabarnya?" Kata alice . "Dia.....dia udah meninggal..." Jawab Radit sambil menunduk .
"Hah?Me...meninggal?" Sahut Alice dengan ekspresi yang kacau . Alice terdiam sejenak . "Dia korban tabrak lari . " Jawab Radit . Sementara itu mata Alice terus mengeluarkan air mata . "Kamu gak apa - apa?" Tanya Radit dengan cemas . Tiba - tiba air mata Alice berubah menjadi berwarna merah .
"Jangan dekat - dekat dengan dia!" Teriak seorang laki - laki sambil menarik Alice . "Tenang ada aku di sampingmu..." Kata laki - laki itu sambil memeluk Alice . "Siapa kau?" Teriak Radit . "Kau yang siapa! Emangnya kau tau cewek ini siapa! Jangan deketin cewek ini lagi!" Teriak laki - laki itu sambil membawa Alice ke dalam rumah dan menggembok pagar rumah . "Woi! tunggu!" Teriak Radit .
Radit hanya bisa pulang membawa boneka pemberian Alice . "Siapa lagi tuh cowok belagu banget! Pake meluk Alice segala!" Gumam Radit dengan kesal . "Bonekanya lumayan bagus . Mukanya kayak orang beneran . " Gumam Radit . "Bagus kan bonekanya? Jangan sampai hilang bonekanya ya..." Kata wanita yang tiba - tiba muncul dari belakang Radit .
Wanita itu berpakaian serba hitam , membawa payung berwarna hitam dan rambutnya berwarna abu - abu . "Kkk...kau kan cewek yang waktu itu!" Teriak Radit dengan kaget .
Langganan:
Komentar (Atom)
She is Nezumi
-
Chapter 2 "Iiihhhh..." dengan jijik Radit melihat mayat itu. Isi perut dan otak tepisah dari tubuh mayat itu. "Jadi m...
-
https://www.wattpad.com/myworks